Anggaran Pilkada 2011 Hampir 10 Miliar

Posted: October 26, 2010 in hard news, news

Ketua KPUD kulonprogo, Siti Ghoniyatun

*Diprediksi Ada 6 Pasangan Calon

Kulonprogo – Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo menekankan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kulonprogo agar alokasi anggaran pilkada 2011 dimanfaatkan secara efisien dan efektif.

“Alokasi anggaran pilkada yang hampir mencapai Rp 10 miliar itu bukanlah jumlah yang sedikit” tegas Toyo dalam audiensi KPUD dengan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kulonprogo di rumah dinas Bupati, Senin (25/10).

Dalam audiensi itu, Ketua KPUD Kulon Progo Siti Ghoniyatun mengatakan anggaran pilkada untuk putaran pertama mencapai Rp 6.882.426.325. Untuk pilkada putaran kedua, anggarannya sebesar Rp 2.707.175.200. Jumlah totalnya mencapai sekitar Rp 9.938.601.525. “Semoga saja tidak terjadi putaran kedua, sehingga bisa menghemat anggaran” kata Siti.

Siti menambahkan, berdasarkan pasal 114 ayat 5 UU No.22 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pemilihan umum, anggaran pilkada itu dibebankan pada APBD. Untuk itu, dalam kesempatan itu Bupati juga menanyakan berapa besarnya dana bantuan untuk penyelenggaraan pilkada dari pemerintah pusat dan provinsi.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA) Kulonprogo Yurianti mengatakan, tidak ada bantuan dari pusat untuk pilkada 2011. “Dari pemprov hanya sekitar Rp 3 miliar. Tidak jauh berbeda dengan pilkada sebelumnya” katanya.

Menanggapi hal itu, Toyo meminta DPPKA melakukan penawaran lagi ke pemprov agar kucuran bantuan dapat bertambah. Pasalnya, APBD Kulonprogo tahun depan sangat minim. “Dana Alokasi Umum (DAU) sangat pas-pasan, yakni sekitar Rp 404 juta. Padahal untuk gaji PNS mencapai Rp 405 juta” ungkap Toyo.

Sementara, KPUD memprediksi ada enam pasangan calon bupati dan wakilnya yang akan bertarung dalam Pilkada 2011. Sedangkan partai politik (parpol)  yang bisa mengajukan pasangan calon secara mandiri hanya ada tiga, yakni PAN, PDIP, dan PKB.

Parpol atau gabungan parpol yang bisa mengajukan pasangan calon yakni yang memperoleh kursi minimal 15% dari jumlah kursi DPRD Pemilu 2009. “Ketiga parpol yang bisa mengajukan pasangan calon secara mandiri adalah PAN, PDIP, dan PKB” kata Siti.

Untuk jalur independen, pasangan calon  bupati dan wakilnya harus mendapat dukungan 5 persen dari jumlah penduduk dan tersebar di lebih dari setengah keseluruhan kecamatan. “Kami memprediksi maksimal ada enam pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada mendatang, tapi bisa juga kurang dari enam” pungkas Siti. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s