Dua Alat Geofisika Didatangkan Pakar Geologi UGM

Posted: October 26, 2010 in hard news, news

Alat georadar yang didatangkan para pakar geologi UGM

*Rongga Bawah Tanah Memanjang di Sabrang Kidul

Kulonprogo – Sejumlah pakar geologi dari Jurusan Teknik Geologi UGM memastikan bahwa penyebab tanah ambles di Dukuh Sabrang Kidul, Purwosari, Girimulyo karena adanya rongga di bawah permukaan tanah.

Untuk memastikan apakah rongga bawah tanah itu membahayakan warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi, para pakar tersebut mendatangkan alat georadar dan geolistrik, Sabtu (23/10). Kedua peralatan geofisika itu sebelumnya juga digunakan untuk meneliti tanah ambles di Rongkop, Gunungkidul, belum lama ini.

Dibantu anggota taruna siaga bencana (Tagana) dan beberapa warga, para pakar geologi itu memasang lintasan yang terbuat dari susunan kayu lapis. Perlintasan yang dilalui dua alat geofisika itu dipasang melintang di atas tanah ambles. Perlintasan yang panjangnya sekitar lima meter itu  berkali-kali dipindah posisinya, baik melintang dari arah utara ke selatan dan dari timur ke barat.

“Alat georadar yang dipasang pertama untuk mengetahui letak dan dimensi rongga bawah tanah. Sedangkan alat geolistrik untuk mengetahui ketebalan lapisan tanah” terang salah satu pakar Saptono Budi Samudra di lokasi.

Dari hasil penelitian sementara, imbuhnya, diduga kuat rongga bawah tanah itu memanjang dari arah selatan ke utara. Namun, hingga berita ini diturunkan, para pakar belum dapat menyimpulkan apakah warga setempat harus direlokasi atau tidak. “Sebab, hasil penelitian menggunakan dua alat geofisika ini masih harus diuji di laboratorium” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah hasil penelitian di laboratorium keluar, para pakar baru bisa menentukan langkah mencegah tanah ambles di sebelah rumah Atmo Suwito (75) itu semakin melebar dan dalam. “Semoga saja rongganya kecil. Jadi antisipasinya mudah, yakni langsung ditutup dengan material yang lebih besar” katanya.

Dari pantauan di lapangan, tanah ambles yang terjadi pada Selasa (5/10) lalu kini kian bertambah lebar dan dalam. Selain itu, retakan tanah di sekitar lokasi juga bertambah banyak. Menurut Saptono, hal itu dikarenakan air hujan dari pekarangan warga mengalir masuk ke dalam lubang tanah ambles.

“Kami mengimbau warga agar mencegah aliran air hujan masuk ke dalam lubang. Sebab, air hujan dapat menambah beban tanah sehingga amblesnya semakin dalam” pungkas Saptono. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s