Ubin Rumah Menyengat, Dikira Dampak Gunung Merapi

Posted: October 26, 2010 in hard news, news

Agustinus menunjukkan ubin rumahnya yang terasa panas menyengat

Kulonprogo – Dampak meningkatnya status Gunung Merapi dari siaga ke waspada ternyata juga dirasakan oleh salah satu warga Kaliwangan, Temon Wetan, Temon, Agustinus Budi Fernanto (42). Meski bermukim di lokasi yang jauh dari ancaman letusan Merapi, Agustinus tetap khawatir jika efek meningkatnya status gunung berapi itu terjadi hingga di rumahnya.

Pasalnya, sejak tiga hari lalu, Agustinus mendapati kejanggalan di ubin sudut teras rumahnya. Hawa panas terasa menyengat di tiga petak ubin berukuran 30 x 30 cm itu. Bahkan, segayung air yang disiramkan untuk menormalkan suhu ubin lekas mendidih dan menguap jadi asap.

“Kami khawatir jika panas ini adalah salah satu efek dari meningkatnya status Gunung Merapi. Untuk itulah, istri saya langsung melapor ke Kepala Desa” ujar Agus di rumahnya, Jumat (22/10) petang.

Selain di sudut teras, perubahan suhu ekstrim itu juga dirasakannya di ruang tamu. Namun, kadar panasnya tidak sehebat yang terjadi di teras. Enggan terjadi hal yang tidak diinginkan, Agus pun meminta tolong warga sekitar untuk mengecek fenomena aneh di rumahnya.

Semula, warga menduga hawa panas itu adalah gas alam yang mendesak keluar dari tanah, seperti yang terjadi di Lapindo Sidoarjo Jatim. Namun, panas ini tidak disertai dengan bau menyengat atau sejenisnya. “Tidak ada bau atau warna sama sekali. Hanya panas menyengat” tandas Agustinus.

Saat diselidiki oleh petugas pelayanan gangguan yang bekerja di PLN Temon, Wahyono (40), diduga panas itu akibat pemasangan kabel listrik rumahnya yang salah (terbalik, red). Agustinus yang kurang paham mengenai permasalahan listrik menjelaskan, sekitar dua bulan lalu kabel listrik di rumahnya pernah terputus.

“Kabel putus karena tertimpa pohon kelapa saat seorang warga menebang di kebun sebelah rumah. Tanpa melapor ke PLN, si penebang memutuskan untuk menyambung sendiri” ungkap Agustinus.

Setelah diperbaiki oleh Wahyono, diharapkan hawa panas akibat ngeground (grounding, red) itu dapat berangsur hilang. “Kami mengimbau warga sekitar agar jangan asal menyambung kabel listrik jika putus. Lebih baik langsung laporkan ke PLN” tegas Wahyono. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s