Rekonstruksi Pembunuhan Juragan Kain Sprei Digelar

Posted: December 21, 2010 in hard news, news

* 30 Adegan Selama 15 Menit Beraksi

Sleman – Jajaran Direktorat Reskrim Polda DIY menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Heni Suliantoro (35) di rumahnya di wilayah Ngalangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Selasa (21/12) pagi. Korban yang diketahui sebagai pemilik toko kain sprei di Jl. Kaliurang Km 9 itu ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidurnya pada 14 Oktober lalu sekitar pukul 17.00.

Sejak pagi, puluhan warga yang ingin menyaksikan jalannya rekonstruksi sudah berdatangan di sekitar rumah korban. Namun, rekonstruksi yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 09.00 sempat molor. Pasalnya, polisi harus menata ulang bermacam perabotan rumah korban yang setelah kejadian diamankan sebagai barang bukti.

Dengan pengawalan ketat, tersangka Edi Budi Santoso (41) warga Plaosan, Mlati, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Proses rekonstruksi berlangsung aman dan tertib. Sedikitnya, satu kompi anggota Dir Samapta Polda DIY diterjunkan untuk pengamanan.

Tersangka adalah pemilik ‘Fajar Transport’, salah satu penyedia jasa layanan antar jemput anak sekolah yang beralamat di Bumijo, Jogja. Dia diduga nekat membunuh korban lantaran kesal karena tidak dipercaya lagi untuk mengantar jemput dua anak korban yang sekolah di SD Marsudirini Jogja.

Informasi yang dihimpun, tersangka diringkus polisi sekitar 52 hari setelah kejadian. Sebelumnya, tersangka sempat diperiksa sebagai saksi. Namun, perbuatan tersangka terbongkar lantaran polisi menemukan handphone milik korban dibawa tersangka.

Ada 30 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi yang berlangsung sekitar 40 menit itu. Dari serangkaian adegan itu, korban diketahui dibunuh dengan cara dipukul kepalanya menggunakan besi pengungkit dongkrak. Saat itu korban sempat melakukan perlawanan dengan melemparkan helm ke arah tersangka dan juga menghunus pisau dapur.

Namun nahas, pisau itu dapat direbut tersangka. Selanjutnya, tersangka menusuk pinggang dan dada korban, masing-masing satu kali, dan beberapa kali menyabetkan pisau ke kepala korban. Dengan seutas kabel antena yang ada di lemari kamar korban, tersangka lalu mengikat tangan korban.

Saat itu korban sudah tidak berdaya dalam posisi duduk di lantai bersandarkan tempat tidur. Untuk memastikan korban sudah tewas, setelah mencuci tangan di wastafel dekat kamar korban, tersangka kembali menghampiri korban dan menjerat lehernya dengan tali plastik. Sebelum meninggalkan lokasi, tersangka sempat menguras uang tunai jutaan rupiah dan satu buah handphone yang tersimpan di dalam tas korban.

Menurut keterangan dari Kasat I Dit Reskrim Polda DIY, AKBP Juandani, perbuatan tersangka ini masuk indikasi pembunuhan berencana. “Dari hasil penyidikan, tersangka adalah pelaku tunggal. Tidak ada kaitan dengan anggota keluarga korban. Motifnya, tersangka tidak terima karena korban memutuskan kontrak layanan antar jemputnya,” jelasnya.

Dalam melancarkan aksinya , imbuh Juandani, tersangka hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. “Mungkin karena dia tergesa, takut aksinya dipergoki anggota keluarga korban,” tandas Juandani. (leo)

Comments
  1. windy says:

    Hukum seberat-beratnya pelaku …
    laki-laki koq beraninya cuma bunuh wanita …
    sama sekali tidak Gentle…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s