Barisan Sakit Hati Nglurug Rumah Ichlasul Amal

Posted: December 23, 2010 in hard news, news

Sleman – Sekitar 40 warga yang tergabung dalam Barisan Sakit Hati (BSH), menggelar unjuk rasa di depan rumah bekas rektor UGM, Prof. DR. Ichlasul Amal di Pandeansari Blok I No.5, Condongcatur, Depok, Kamis (23/12) sekitar pukul 10.40.

Para Kawulo Ngayojokarto perwakilan dari empat kabupaten di DIY dan kodya Jogja itu tiba di lokasi dengan mengenakan pakaian adat Jawa serta mengusung satu tiang bendera Merah Putih. Meski kesal karena kedatangan mereka tidak dapat bertemu dengan Ichlasul Amal, para demonstran tetap melangsungkan orasi secara tertib selama sekitar 10 menit.

Dengan duduk bersila di depan pagar rumah Ichlasul Amal yang dijaga sejumlah anggota Polsek Depok Timur, para demonstran menyuarakan kekesalan mereka atas pernyataan bekas rektor UGM itu ke media massa mengenai perjuangan rakyat Jogja dalam mempertahankan keistimewaan DIY seperti gerakan PKI.

“Kami kaget, heran, dan sakit hati saat mengetahui pernyataan itu. Apakah dalam gerakan itu ada yang berbuat anarkis? Apakah ada yang melempari batu kepada anda dan rumah anda? Apakah ada yang menculik anda dan merusak bangunan-bangunan pemerintah?” kata ketua BSH M.Ariesman Herususeno dalam orasi bahasa Jawa dan diikuti dengan sorakan berbagai sambutan dari anggotanya.

Sebagai bukti pernyataan Ichalsul Amal yang dirasa menyakitkan hati rakyat Jogja, dalam rilisnya, BSH mencantumkan judul berita “Sidang Rakyat Yogya: Mantan Rektor UGM heran kenapa Kraton pakai cara PKI” dari salah satu media online tertanggal 14 Desember 2010.

Untuk itu, lanjut Ariesman, dia beserta segenap anggota BSH menuntut agar Ichlasul Amal secepatnya mencabut pernyataan itu dan meminta maaf kepada rakyat Jogja melalui media massa. “Apabila tidak secepatnya minta maaf dan diralat (pernyataannya, red), saya akan mengajak masyarakat Jogja kembali datang ke sini dengan jumlah yang lebih besar,” tegas Ariesman.

Setelah menggelar orasi selama sekitar 10 menit dalam dua bahasa, yakni bahasa Jawa dan Indonesia, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Sementara, anggota Satuan Kemanan Kampus (SKK) UGM Heri Margono yang ditugaskan mengawal jalannya aksi demonstrsi itu mengaku siap untuk menyampaikan aspirasi para demonstran kepada Ichlasul Amal.

“Saat ini rumah dalam keadaan kosong. Saya tidak tahu kemana perginya Bapak dan keluarga. Yang jelas, mengingat Bapak adalah bagian dari keluarga besar UGM, maka saya wajib membackup keamanan di rumahnya,” singkat Heri. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s