Keluarga Korban Belum Berniat Ajukan Tuntutan

Posted: December 23, 2010 in hard news, news

Sleman – Meski masih tergolek lemah di ruang Intermediate Care IGD RSUP Dr Sardito Jogja, kondisi kesehatan Widiharto (22), korban salah tembak anggota Polres Sleman, sudah berangsur membaik. Sejak Rabu (22/12), Kabag Hukum dan Humas RSUP Trisno Heru Nugroho juga menyatakan kondisi korban sudah stabil dan kesadarannya telah pulih.

Hingga Kamis (23/12), kedua orangtua korban Sutarjo (50) dan Sumartini (40) masih setia menunggui anaknya. Raut kesedihan masih tampak menggantung di pelupuk mata dua pasutri asal Mbeling, Getak, Salak, Pacitan, Jatim itu.

“Saya sungguh tidak menduga jika nasib anak saya bakal begini. Selain patuh pada orangtua, Ndaru (panggilan akrab korban, red) setahu saya tidak pernah terlibat masalah,” kata Sutarjo saat ditemui kemarin siang.

Tetangga dan teman-teman dekat Ndaru di kampung, imbuh Sutarjo, juga kaget mendengar kabar Ndaru ditembak polisi karena diduga sebagai pelaku pencuri sepeda motor (curanmor). Meski demikian, dirinya tidak mau gegabah untuk mengajukan tuntutan hukum kepada anggota Polres Sleman yang telah memuntahkan timah panas, menerjang punggung bawah kiri anaknya hingga tembus ke dada.

“Kami sekeluarga belum bisa berpikir sejauh itu. Saat ini, yang kami inginkan Ndaru dapat segera sembuh seperti sedia kala dan bisa melanjutkan kuliahnya,” kata Sutarjo. Dia menambahkan, keluarganya menghormati itikad baik kepolisian yang akan menanggung semua biaya pengobatan anaknya.

Widiharto adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Oleh keluarganya, Widiharto dianggap sebagai anak yang pintar melipur hati kedua orangtuanya ketika sedang dirungdung sedih. Meski sudah hampir empat tahun tinggal di Jogja, mahsiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Fisipol UPN Jogja ini selalu menyempatkan pulang ke Pacitan sekitar dua minggu hingga satu bulan sekali.

“Kalau adiknya, Endah Sri Pangestu (7) kangen, Ndaru tak segan-segan pulang lebih cepat dari biasanya. Dia memang anak yang baik,” imbuh Sumartini yang pelupuk matanya masih bengkak karena terus menangis sejak mendapat kabar anaknya menjadi korban salah tembak. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s