Mahasiswa UPN Jadi Korban Salah Tembak

Posted: December 23, 2010 in hard news, news

Sleman – Seorang mahasiswa UPN jurusan Hubungan Internasional (HI) semester tujuh, Widiharto alias Ndaru (22) menjadi korban salah tembak oleh salah satu aparat kepolisian dari Polres Sleman, Rabu (22/12) dini hari. Hingga kemarin sore, korban yang berasal dari Mbeling, Getak, Salak, Pacitan, Jatim itu masih tergolek lemah di ruang Intermediate Care (IMC) IGD RSUP Dr Sardjito.

Informasi yang dihimpun, korban dibawa ke RSUP oleh sejumlah anggota polisi berkostum preman sekitar pukul 02.32. Saat pertama kali tiba di RSUP, kondisi korban sempat drop. Namun setelah menjalani perawatan, kondisinya berangsur stabil pada sore harinya.

“Tidak ditemukan proyektil di dalam tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, proyektil diduga mengenai punggung bawah sebelah kiri dan menembus dada kiri bawah,” jelas Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho di kantornya, kemarin.

Trisno menambahkan, kemungkinan proyektil yang menembus tubuh korban itu juga mengoyak organ-organ lain yang dilewati. “Kepastian mengenai adanya kerusakan organ atau tulang rusuk korban, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. Secara kesehatan, imbuh Trisno, korban sudah dinyatakan stabil dan kesadarannya sudah pulih.

Sementara itu, salah satu rekan korban Andu (15) menuturkan, malam itu dia bersama Nohan (21) dan Deni (17) mengantar korban menuntun motor Kawasaki Ninjanya dari Magelang menuju kosnya di wilayah Pringgolayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Karena knalpotnya tidak dipasang, maka motor itu tidak dinyalakan mesinnya.

“Dari Magelang, Ndaru mengendarai motor itu dengan kami dorong dari belakang (dipancal, red). Sesampainya di lokasi yang tak jauh dari kos Ndaru, tiba-tiba kami disalip mobil Yaris silver. Salah satu penumpangnya lantas turun dan menghentikan kami,” terang Andu saat menunggui korban di teras ruang IMC.

Ketakutan karena menduga orang itu polisi berkostum preman yang hendak menangkap motor Ndaru (yang dimodifikasi khusus untuk balap), empat pemuda itu kocar-kacir. Andu dan Nohan yang berboncengan motor Honda CB dan Deni yang mengendarai Yamaha Mio langsung tancap gas. Sedangkan Ndaru lari sambil mendorong motornya ke gang menuju kosnya.

“Saat itu saya lihat Ndaru dikejar. Karena khawatir, kami kembali ke lokasi. Saat itulah kami dapati Ndaru sudah tergeletak bersimbah darah. Oleh para penumpang mobil itu, Ndaru dibawa ke rumah sakit. Sedangkan paginya, kami bertiga diperiksa di kantor polisi,” jelas Andu.

Salah satu anggota polisi yang enggan disebut namanya mengatakan, kecurigaan rekannya bermula saat melihat empat pemuda itu mengendarai motor beriringan pada dini hari, sementara salah satu motor dikendarai dalam posisi mesin mati dan didorong. “Rekan kami menduga mereka adalah komplotan pelaku curanmor. Pasalnya, saat dicegat, mereka justru melarikan diri dengan berpencar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tembakan peringatan telah dilepaskan sebanyak dua kali. Namun, mereka yang mengendarai motor langsung ngebut. “Melihat korban mendorong motornya masuk ke gang, rekan kami lalu melepaskan tembakan ke arah kaki. Namun, karena korban lari dalam posisi menunduk, tembakan meleset dan mengenai punggungnya,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap STNK di dompet korban, motor Kawasaki Ninja hitam yang diduga hasil curian itu memang milik korban (bukan hasil curian). Hal itu ditandaskan juga oleh Andu “Motor itu punya Ndaru, bukan hasil curian,”. Atas peristiwa salah tembak yang dilakukan salah satu anggotanya, Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini belum bisa memberikan keterangan. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s