Penipuan Modus Transaksi Rekening Kembali Makan Korban

Posted: December 23, 2010 in hard news, news

Sleman – Penipuan dengan modus transaksi melalui rekening bank kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Depok Timur. Kali ini korbannya adalah Lili Kartikawati (28), warga Nglaren, Caturtunggal, Depok. Tergiur mendapatkan laptop berkualitas bagus dengan harga murah, salah satu guru PNS di Sleman itu justru merugi Rp 3 juta.

Ditemui seusai melapor ke Polsek Depok Timur, Rabu (22/12) siang, Lili menuturkan dirinya ditelepon kenalannya, Yusuf Ahmad (35), pada 15 November lalu. Saat itu Yusuf menawarkan ada ready stock berupa laptop Thosiba L 641 dan L 645 yang masing-masing harganya di bawah Rp 6 juta.

“Setelah berhubungan melalui telepon sejak 15-17 November, saya memutuskan pesan 10 laptop. Saat itu saya diminta membayar Rp 3 juta sebagai uang muka. Dua hari setelah menransfer uang, dua laptop dijanjikan akan dikirim ke rumah sebagai sampel. Namun, sampai sekarang belum dikirim. Nomor teleponnya kini juga tidak aktif,” ujar Lili.

Lili sudah mencoba mendatangi rumah Yusuf di wilayah Jongkang, Palagan, Jogja. Namun, tetangganya mengatakan Yusuf sudah lama pulang kampung ke Medan. Merasa tertipu, Lili langsung melapor ke kantor BNI 46 Kampus UPN agar nomor rekening Yusuf atas nama Reski Handawardheni diblokir dan telah disanggupi. “Saya hanya tidak ingin ada korban lain,” tegasnya.

Lili menambahkan, dirinya mengenal Yusuf pada awal 2010 lalu di sebuah warung makan di sekitar kampus YKPN Jogja. Kepada Lili, Yusuf yang mengaku bisnis penjualan bermacam barang elektronik dengan harga murah itu menawarkan netbook merk Thosiba.

“Pada transaksi pertama itu, dia menepati janjinya. Setelah saya transfer uang Rp 3 juta, dia datang ke rumah mengantarkan barangnya. Maka itu, saya tidak menaruh curiga saat dia kembali menawarkan barang meski melalui telepon,” kata Lili.

Pada penawaran kedua, Lili sengaja memesan 10 unit laptop untuk ditawarkan kepada rekan kerjanya dan sejumlah mahasiswa di kos yang dia kelola. “Pembayaran baru akan saya lunasi jika dia datang ke rumah mengantarkan 10 laptop yang saya pesan,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan intensif jajaran Unit Reskrim Polsek Depok Timur. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s