JPW Desak Kompolnas Turun Tangan

Posted: December 24, 2010 in hard news, news

*Pengusutan Kasus Polisi Salah Tembak Mahasiswa UPN

Sleman – Jogja Police Watch (JPW) akan melaporkan kasus salah tembak yang dilakukan seorang anggota Polres Sleman terhadap mahasiswa semester tujuh dari jurusan Hubungan Internasional (HI), Fakultas Fisipol, UPN, Widiharto (22), kepada Komisi Polisi Nasional (Kompolnas). Rencananya, data yang dihimpun JPW seputar kronologis penembakan mahasiswa yang diduga pelaku curanmor itu akan dikirimkan ke Kompolnas pada Senin (27/12).

Pernyataan itu disampaikan humas JPW Baharuddin seusai membesuk korban di ruang Intermediate Care (IMC) IGD RSUP Dr. Sardjito, Jumat (24/12) siang. “Kami juga akan mendesak Kompolnas agar turun ke Jogja untuk menyelidiki kasus ini,” tegas Baharuddin.

Baharuddin menambahkan, salah satu anggota Kompolnas yang telah dihubungi JPW via telepon mengatakan, polisi hanya berhak mengeluarkan tembakan terhadap orang yang sudah menjadi target operasi, residivis kambuhan, teroris, dan orang yang mengancam keselamatan polisi itu sendiri.

“Hasil analisis JPW, tidak satu pun kategori tersebut cocok dengan korban. Kedua orangtua korban juga memastikan anaknya belum pernah berurusan dengan polisi. STNK motor pun atas nama Widiharto,” ujar Baharuddin.

Sebelumnya, Kamis (23/12), Kapolda DIY Brigjen Pol Ondang Sutarsa mengatakan kasus anggota salah tembak itu sudah ditangani langsung oleh Polda DIY. “Jika dari hasil penyidikan internal anggota tersebut terbukti mengeluarkan tembakan tidak sesuai prosedur, jelas akan dikenai sanksi tegas,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, kasus salah tembak yang menimpa korban di wilayah Pringgolayan, Condongcatur, Depok pada Rabu (22/12) dini hari itu hanya karena salah paham. Tingginya kasus curanmor di wilayah hukum Polres Sleman, imbuh Kapolda, mengharuskan setiap anggota meningkatkan kewaspadaan, baik saat menggelar razia atau ketika sedang berpatroli.

“Seandainya korban tidak melarikan diri saat ditegur polisi, pasti tidak akan terjadi seperti ini (salah tembak, red),” jelas Kapolda.

Menanggapi pernyataan Kapolda, Baharuddin mendesak agar pengungkapan kasus ini dilakukan secara transparan. “Sanksi tegas jangan hanya sekadar pemecatan atau hanya dimutasi. Anggota yang terbukti bersalah itu harus diadili dalam persidangan umum. Jangan sampai kasus ini hanya diselesaikan secara kekeluargaan,” tandasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s